Nama : St . Wahyuni . Wulandari
NPM : 26211886
Kelas : 2EB011
Ø Pengertian koperasi :
Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif
Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajer birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi.
menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 adalah bidang usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Undang – undang tentang koperasi :
Ø PRINSIP- PRINSIP KOPERASI :
Pasal 5
1) Koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut ;
a. Keanggotaan bersifat suka rela dan terbuka ;
b. Pengelolaan dilaksanakan secara demokratis ;
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota ;
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal ;
e. Kemandirian.
2) Dalam mengembangkan Koperasi, maka Koperasi meaksanakan pula prinsip Koperasi sebagai berikut:
a. Pendidikan perkoperasian ;
b. Kerja sama antar Koperasi.
Pasal 20
1) Setiap Anggota mempunyai kewajiban :
a. Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Keputusan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota ;
b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang di selengarakan oleh Koperasi
c. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas kekeluargaan.
2) Setiap Anggota mempunya hak :
a. Menghadiri,menyatakan pendapat,dan memberikan suara dalam Rapat Anggota
b. Memilih dan atau dipilih menjadi anggota pengurus atau pengawas ;
c. Meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar;
d. Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus diluar Rapat Anggota baik diminta maupun tidak diminta.
e. Memanfaatkan koperasi dan mendapatkan pelayanan yang antara sesama anggota;
f. Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar.
Pasal 33
Hubungan antara pengelola usaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 dengan pengurus koperasi merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan.
Ø Apa itu Reportase 5w+1h :
1 Apakah fungsi dan peran koperasi di indonesia menurut pandangan Bapak?
Jawab : menurut Undang-undang No.25 tahun 1992 pasal 4 di jelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi da peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia,memperoleh perekonomian rakyat,menggembangkan perekonomian nasional serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa, dengan demikian menurut pandangan saya, dengan ada nya peran koperasi dapat memperbaiki sektor perekonomian rakyat yang semakin hari semakin banyak pengganguran dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam melanjutkan pendidikan untuk tetap mendapatkan haknya untuk bekerja dan menggembangkan kreativitas yang ada dalam diri seseorang.
Apa yang membuat bapak tergerak untuk mendirikan koperasi simpan pinjam untuk rakyat kecil??
Jawab : karena dengan adanya didirikan koperasi simpan pinjam untuk rakyat kecil tujuanya agar dapat meringgankan segala kebutuhan hidup dan dengan adanya koperasi simpan pinjam tersebut rakyat yang tidak memiliki pendidikan tinggi tetap dapat bekerja,dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan guna menggurangi tingkat pengganguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat menengah bawah agar hidupnya menjadi lebih berkecukupan.
Bagaimana syarat jika ada orang yang berminat untuk membuka koperasi simpan pinjam bagi rakyat kecil pak?
Jawab : orang-orang yang akan mendirikan koperasi dan yang nantinya akan menjadi angota koperasi hendaknya mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama.Artinya tidak setiap orang dapat mendirikan dan atau menjadi anggota koperasi tanpa didasarkan pada adanya kejelasan mengenai kegiatan atau kepentingan ekonomi yang akan di jalankan bersama.
- Usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi. Layak secara ekonomi diartikan sebagai usaha tersebut akan dikelola secara efisien dan mampu menghasilkan keuntungan usaha dengan memperhatikan faktor-faktor temaga kerja,modal,dan teknologi.
- Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi . hal tersebut dimaksudkan agar kegiatan usaha koperasi dapat segera dilaksanakan tanpa menutup kemungkinan memperoleh bantuan,fasilitas dan pinjaman dari pihak luar.
- Kepengurusan dan manajemen harus sesuai dengan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan agar tercapai efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan koperasi. Perlu diperhatikan juga mereka yang nantinya ditunjuk/dipilih menjadi pengurus haruslah orang yang memiliki kejujuran,dan memiliki visi & misi yang sama.
Setelah persyaratan terpenuhi para pendiri kemudian mempersiapkan hal-hal yang sibutuhkan untuk mengadakan rapat pebentukan koperasi,setelah memiliki bekal yang cukup dan telah siap para pendiri melakukan rapat pembentukan koperasi yang dihadiri dinas koperasi.
Mengapa sekarang banyak orang yang berlomba-lomba untuk menciptakan wirausaha/waralaba pak?
jawab : karena berbisnis menjadi pilihan bagi banyak irang untuk mendapatkan penghasilan. Lapangan kerja kini tidak lagi terlalu diandalkan pleh banyak orang karena banyak orang yang kini lebih memilih untuk membuka usaha sendiri dibandingkan bekerja di suatu tempat. Dan perkembangan bisnis saat ini cukup berkembang pesat, ada banyak hal yang ditaarkan dalam bisnis saat ini, salah satunya adalah waralaba, waralaba dijadikan pilihan mengingat waralaba menawarkan banyak kelebihan bagi pengusaha. Karena itulah saat ini banyak pengusaha yang memilih untuk membuka usaha melalui waralaba.
Dimana dan kapan awalnya koperasi bapak di ajak untuk bekerja sama dalam membuka waralaba/wirausaha?
Jawab : awalnya saya di minta tolong oleh seorang bapak yang ingin membuka usaha pertanian dalam bidang cocok tanam tumbuhan padi di daerah sukabumi, karna menggingat banyaknya pemasokan beras impoort dari negara tetang, karna kurangnya pasokan beras hasil pertanian indonesia, karena itu awalnya pada bulan januari 1998 dan karna sama juga setuju dengan inspirasi seorang bapak tersebut,maka saya membantunya untuk membeli sawah beberapa hektar dan segala perlengkapan yang dibutuhkan dan memberikan penyuluhan tentang melakukan usaha dalam bidang bercocok tanam.
Siapa saja yang berperan penting dalam perjalanan karier koperasi simpan pinjam bagi rakyat kecil ini pak?
Jawab : Orang yang berperan penting dalam perjalanan karier koperasi yang saya pimpin yang pertama adalah karena kehendak dan atas se ijin Tuhan Yang Maha Esa dan semua karyawan dan karyawati dan segala staff semua yang telah mendampingi saya untuk menjalankan koperasi ini, karna tanpa mereka saya tidak akan bisa menjalankan koperasi ini seorang diri.
03.45 |
Read User's Comments(0)
Pengangguran dan inflasi
02.15 |
PENGERTIAN
PENGANGGURAN
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang
mencari pekerjaan dan
belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti
ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya
yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
Apa itu pengangguran? Pengangguran
adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak
tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam tipe pengangguran,
misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional dan pengangguran
struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi
pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita
menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara
kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya
taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber
daya, termasuk sumber daya manusia. Jika dibandingkan dengan negara-negara
maju, pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang
relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena
buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya
alam maupun sumber daya manusia. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan
sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat
pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. Pengangguran
penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan
ingin bekerja, akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali.
Rumus
Menghitung Tingkat Pengangguran
Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
Rumus : Tingkat Pengangguran = Jumlah pengangguran /
Jumlah Angkatan Kerja x 100%
Jenis
& Macam Pengangguran
a.
Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
b.
Pengangguran Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
c.
Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
d.
Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Tambahan:
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.
2.
PENGERTIAN INFLASI
inflasi adalah
suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu)
berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor,
antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di
pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat
adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga
merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara
kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya
tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu
menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan,
dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara
terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga
digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai
penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi,
dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi
dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat,
dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah
angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100%
setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan
harga berada di atas 100% setahun.
Inflasi
dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan
likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi
dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga
termasuk kurangnya distribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari
peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab
kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam
hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal
(perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan
infrastruktur, regulasi, dll.
Inflasi
tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan
total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di
pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat
harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan
permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan
terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan
terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi
karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang
bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih
disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan.
Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang
utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan
suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor
industri keuangan.
Inflasi
desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi
dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara
umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya
ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia
dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan
berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi
nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala
distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat
berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik,
perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk
menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu
kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama
dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur
memainkan peranan yang sangat penting.
· Meningkatnya
biaya produksi dapat disebabkan 2 hal, yaitu :
-
kenaikan harga, misalnya bahan baku dan
-
kenaikan upah/gaji, misalnya kenaikan gaji PNS akan
mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.
Dalam indikator
ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi
makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat
dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua
adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan harga-harga barang
dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan
daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu
inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga.
Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu
barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau
daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung
kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan
harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran.
Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan
khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang
seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan
pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan
dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Masalah
pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun
juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di
negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara
berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan
bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun
masalah sosial politik di negara tersebut.
HUBUNGAN PENGANGGURAN
DENGAN INFLASI DI INDONESIA
· Dalam
indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan
ekonomi makro.
-
Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan
bukannya negatif.
-
Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator
pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga
berkaitan dengan kemampuan daya beli.
Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah
nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah
stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan
melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan
purchasing power atau daya beli dari masyaraka. Sedangkan daya beli masyarakat
sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah
jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil.
-
Ketiga adalah pengangguran. Memang masalah
pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di
negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali
dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan
pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan
dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi.
Masalah
pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun
juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di
negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara
berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan
bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun
masalah sosial politik di negara tersebut.
Masalah Pengangguran
dan Krisis Sosial
Masalah pengangguran jika di biarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinananya untuk mendorong suatu krisis sosial. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas, tingginya angka kenakalan remaja, melonjaknya jumlah anak atau preman, dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita.
Bagi banyak orang, mendapatkan sebuah pekerjaan
seperti mendapatkan harga diri. Kehilangan pekerjaan bisa dianggap kehilangan
harga diri. Walaupun bukan pilihan semua orang, di zaman serba susah begini
pengangguran dapat dianggap sebagai nasib. Seseorang bisa saja diputus hubungan
kerja karena perusahaannya bangkrut. Padahal di masyarakat, jutaan penganggur
juga antri menanti tenaganya dimanfaatkan.
Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial, karena banyak orang yang frustasi menghadapi nasibnya. Pengangguran yang terjadi tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah, melainkan juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan pabriknya tutup. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik.
Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran di negara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal, mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan bisa melakukan inovasi menciptakan kerja, entah sebagai joki yang menumpang di mobil atau joki payung kalau hujan. Juga para pedagang kaki lima dan tukang becak, bahkan orang demo saja dibayar. Yang menjadi kekhawatiran adalah jika banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba, dan sebagainya.
Masalah Pengangguran dan Inflasi
* Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi.
-
Pertama, uang yang beredar baik uang tunai maupun
giro.
-
Kedua, perbandingan antara sektor moneter dan fisik
barang yang tersedia.
-
Ketiga, tingkat suku bunga bank juga ikut mempengaruhi
laju inflasi. Suku bunga di Indonesia termasuk lebih tinggi dibandingkan negara
di kawasan Asia.
-
Keempat, tingkat inflasi ditentukan faktor fisik
prasarana. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang
menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Kenaikan BBM
tersebut cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan
multiplier effect, mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam
proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM.
Tingginya angka inflasi selanjutnya akan menurunkan daya beli masyarakat. Untuk bisa bertahan pada tingkat daya beli seperti sebelumnya, para pekerja harus mendapatkan gaji paling tidak sebesar tingkat inflasi. Kalau tidak, rakyat tidak lagi mampu membeli barang-barang yang diproduksi. Jika barang-barang yang diproduksi tidak ada yang membeli maka akan banyak perusahaan yang berkurang keuntungannya. Jika keuntungan perusahaan berkurang maka perusahaan akan berusaha untuk mereduksi cost sebagai konsekuensi atas berkurangnya keuntungan perusahaan. Hal inilah yang akan mendorong perusahaan untuk mengurangi jumlah pekerja/buruhnya dengan mem-PHK para buruh. Salah satu dari jalan keluar dari krisis ini adalah menstabilkan rupiah. Membaiknya nilai tukar rupiah tidak hanya tergantung kepada money suplly dari IMF, tetapi juga investor asing (global investment society) mengalirkan modalnya masuk ke Indonesia (capital inflow). Karena hal inilah maka pengendalian laju inflasi adalah penting dalam rangka mengendalikan angka pengangguran.
strategi pembanguanan indonesia
16.38 |
Salah
satu konsep penting yang perlu di perhatikan dalam memperlajari perekonomian
suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomie. Strategi
pembangunan ekonomie diberi batasaan sebagai suatu tindakan pemilihan atas
faktor – faktor variabel yang akan
dijadikan faktor / variabel utama yang menjadi penentu jalannya proses
pertumbuhan . dan dalam strategi
pembangunan Indonesia yang baru diperlukan paradigma baru yang berupa
pembangunan manusia Indonesia yang berwawasan. Dalam kependudukan dan
lingkungannya dengan meningkatkan mutu kesehatan, pendidikan dan pembelajaran,
dan pendapatan keluarga. Dengan meningkatkan mutu tersebut masyarakat Indonesia
tidak akan berada dalam kondisi keterpurukan yang terparah.
Merupakan suatu
bentuk cara untuk mencapai Visi dan Misi dalam bentuk strategi. Dalam sebuah
organisasi (pemerintah) diperlukan kinerja yg baik untuk mengalami
kesuksesan atau mengalami kegagalan dari suatu misi organisasi pemerintah.
Untuk mencapai tujuan dan misi organisasi secara sinergis dan efisien
diperlukan faktor – faktor keberhasilan. Untuk merumuskan strategi maka
dibutuhkan analisis lingkungan strategis.
Pembangunan ekonomi
adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan
memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam
struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu
negara.
Pembangunan ekonomi
tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth);
pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan
ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud
dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu
perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan Pendapatan Nasional Suatu
negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara
tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan
pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara
keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif,
yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang
dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan
hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam
struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti
dalam lembaga, pengetahuan, sosial
dan teknik.
Selanjutnya
pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan
perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen
penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
· Faktor-faktor yang mempengaruhi
pemilihan strategi pembangunan ekonomi
Pada prinsipnya , pemilihan strategi apa yang akan digunakandala proses pembangunan
sangat dipengaruhi oleh pertanyaan ‘apa tujuan yang akan dicapai…?’
Jika tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang menjadi,
maka strategi ketergantungan-lah yang mungkin akan dipakai. Jika tujuan yang
ingin dicapai adalah pemerataan pembangunan, maka strategi yang berwawasan
ruang-lah yang akan dipergunakan.
Dan inti dari
strategi pembanguan ekonomie dalam indonesia akan terpusat pada upaya
pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar
terarah dam memusat sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi
selanjutanya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah
melalui proses merabat ke bawah ( trickle – down – effect ) pendistribusian
kembali.jika terjadi ketimpangan atau ketidakmeraat, hal tersebut merupakan
prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi kritik paling keras dari strategi yng
pertama adalah , bahwa pada kenyataan terjadi adalah ketimpangan yang semakin
tajam.
Strategi
Pendekataan Kebutuhan Pokok
Sasaran dari
strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal dengan menekankan
bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan
masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran . oleh karena
itu sebaiknya usaha – usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja
peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok , dan sejenisnya
Strategi di
bidang kesehatan
Meningkatkan
pelayan kesehatan masyarakat terutama ibu dan anak dengan melibatkan peranan
pemerintah daerah dan masyarakat ,tidak lepas dari pemberdayaan tenaga medis
dan para medis dengan jumlah dan persebarah tenaga medis yang makin
meningkatkan dan efektiftas mereka berupa pemberdayaan peran dan fungsi mereka
terutama dalam hal – hal perhatian pada tenaga kesehatan untuk ibu , anak dan
remaja untuk menurunkan angka kematian ibu , anak dan remaja peningkatakan mutu
bidan mandiri dan tenagan paramedis yang terlatih dan terus melanjutkan upaya
menurukan angka kematian ibu hamil dan melahirkan ( AKI ) dengan gerakan ibu
sehat sejahtera yang telah diluncurkan tahuan 1995 serta gerakan sayang ibu
yang juga telah dilaksanakan secara sektor melanjutakan upaya “ safemotherhood
intiative “ yang berspektrum luas dan menarik partisipasi kalan nasional dan
internasional bila gerakan ibu sehat dan sejahtera
sehingga terwujudnya
Keluarga
Berkualitas ->
|
Dua anak Cukup
|
NKKSS
|
strategi
pertumbuhan
strategi pertumbuhan Di dalam pemikiran ini pertumbuhan ekonomi menjadi
kriteria utama bagi pengukuran keberhasilan pembangunan. Selanjutnya dianggap
bahwa dengan pertumbuhan ekonomi buah pembangunan akan dinikmati pula oleh si
miskin melalui proses merambat ke bawah (trickle down effect) atau
melalui tindakan koreksi pemerintah mendistribusikan hasil pembangunan. Bahkan
tersirat pendapat bahwa ketimpangan atau ketidakmerataan adalah merupakan
semacam prasyarat atau kondisi yang harus terjadi guna memungkinkan terciptanya
pertumbuhan, strategi
pertumbuhan harus dimulai dari akarnya dengan memperhatikan anak generasi
bangsa pendidikan dan pembelajaran tak lupa pelatihan tidak luput dari
pemerintah, dengan cara pengembangan model sekolah unggulan terutama untuk
melayani anak – anak terlantar dan kurang berutung ( community college )
memberikan perhatian khusu bagi anak perempuan yang mampu menentukan pilihan
secara profesional dan demokratis merangsang wajib belajar 12 tahuan dan
sekolah lebih tinggi agar dapat memotong rantai kemiskinan. maka dengan cara Menaikkan pendapatan perkapita pd tingkat pembangunan
berkesinambungan (SUSTAINABLE) :
terjadi laju pertumbuhan penduduk (HARVEY
LEIBSTEIN).
Setiap ekonomi tergantung HAMBATAN & RANGSANGAN.
Hambatan : menurunkan pendapatan
perkapita dari tingkat sebelumnya.
Rangsangan : menaikkan pendapatan
perkapita.
PERTUMBUHAN PENDUDUK FUNGSI DARI PENDAPATAN PERKAPITA
Pendapatan naik, meningkatkan laju pertumbuhan
penduduk. Hanya pada titik tertentu, jika melampaui titik tersebut kenaikan
pendapatan perkapita menurunkan tingkat kesuburan. Dan ketika pembangunan
mencapai tahap maju, maka laju pertumbuhan penduduk turun (LEIBSTEIN).
Dengan kenaikan pendapatan perkapita, keinginan
memperoleh anak semakin berkurang. Spesialisasi meningkat dan Mobilitas ekonomi
& sosial : kenyataan mengurus anak sangat sulit dan mahal. Maka laju
pertumbuhan penduduk KONSTAN
dan menurun (TESIS KAPILARITAS
SOSIAL DUMONT).
Faktor-faktor mempengaruhi pertumbuhan pendapatan
perkapita dari pelaksanaan Upaya Minimum Kritis :
1.Skala disekonomis internal
2.Skala disekonomis external
AGEN PERTUMBUHAN
1. Pengusaha
2. Investor
3. Penabung
4. Inovator
Kegiatan tersebut membantu pertumbuhan sehingga
memunculkan :
1. Kewiraswastaan.
2. Peningkatan sumber
pengetahuan.
3. Pengembangan keterampilan
produktif masyarakat.
4. Peningkatan laju tabungan
dan investasi.
Strategi Ketergantungan
Tidak sempurnanya
konsep strategi pertama dan strategi kedua mendorong para ahli ekonomi mencari
alternatif lain, sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan
nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep ketergantungan adalah:
Kemiskinan di
negara-negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara
tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin
bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus
mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari
ketergantungan dari pihak lain
Teori
ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi
semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun
masyarakat sendiri (selfdevelopment). Sebab selalu akan gempang sekali bagi
kita untuk menumpahkan semua kesalahan pihak luar yang memeras, sementara
pemerasan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan
saja.
Tugas HTML
16.31 |
1. h/w sistem :
lapisan yang paling dalam komputer dan piranti dukungnya seperti disk ,
tape , printer dan lain – lainnya . ini semua
disebut perangkat keras sistem
Kernel : Diseputar perangkat keras tersebut terdapat
sejumlah program yang menangani secara detail seperti sumber daya komputer ,
mengorganisir sistem file , mengurus disk dan tape. Pengoperasian yang
dilakukan sangat detil sehingga tidak perlu diketahui oleh pemakai.lapisan ini
kita sebut kernel merupakan otak dari sistem operasi
Shell:Lapisan terluar dari sistem
Unix adalah shell merupakan penghubung antara pemakai dan sistem . bila pemakai
mengetikan sebuah perintah , shell menerjemahkan perintah tersebut dan
mengatakan kepada kernel apa yang harus dilakukan. Shell juga merupakan bagian
dari utilitas,namun karena kerumitannya dan fungsi yang sedikit unik maka shell
cenderung dianggap sebagai lapis terpisah
2. multiuser
sistem : dapat digunakan oleh lebih dari satu orang pada satu waktu
multitasking
sistem :dapat melakukan beberapa tugas atau proses pada waktu yang bersamaan
portabilitas :
dapat dengan mudah diadaptasi ke sistem operasi yang lain
sistem file
hirerkial : memungkinkan pemakai mengorganisasikan informasi atau data dalam
bentuk struktur pohon ( tree ) terdiri dari file dan direktori.
3. kelompok yang
dapat mengakses suatu file dan direktori pada unix dibagi menjadi 3 , yaitu :
>owner :
perwakilan yng menciptakan file / direktori
>group : kelompok seju
mlah pemakai yang
mempunyai hak sama ( hanya bisa membaca & me + )
>other : semua
pemakai diluar owner dan group
-> pemakai
berdasarkan wewenang terhadap sistem
> supervser :
pemakai dengan wewenang tertinggi yang dapat melakukan apa saja terhadap sistem
> pemakai
biasa : untuk yang mempunyai hak terbatas terhdapa home direktori masing -
masing
4.Is : perintah
ini merupakan perintah untuk menampolkan isi suatu direktori ,perintah ini
mirip seperti perintah dir dalam DOS ,dengan beberapa cara menggunakan perintah
ini.
Cd:perintah ini
digunakan untuk mengkopi suatu file atau direktori
Mv:perintah ini
digunakan unmtuk memindahkan suatu file ke lokasi lain atau dengan nama lain.
Rm: perintah ini digunakan untuk menghapus
direktori atau file . perintah ini mirip dengan del dan DOS .didalam linux
perintah ini digunakan hati – hati dalam linux karena tidak ada perintah
undelete atau unerase.
Redirection : Didalam linux atau unix anda
dapat membelok – belokkan staqndar input , output ataupun standar erro menuju
tujuan lainnya.
Cat: perintah ini dugunakan untuk menampilkan
ini file ke layar tanpa fasilitas tampilan layar perlayar.
5. root@gundarama
[/]$sudo su ( setelah itu masukan password ) / Universitas
root@gundarama [/]
#cd/Universitas
root@gundarama [/universitas ] #
mk dir filkom
root@gundarama [universitas]#cd filkom
root@gundarama [universitas/filkom] #mk dir si sk
root@gundarama [universitas/filkom] #cd..
root@gundarama [universitas] #mk dir fe
root@gundarama [universitas]#cd fe
root@gundarama [universitas/FE]#mk dir Ak MA
root@gundarama [universitas/FE]#cd universitas
root@gundarama [universitas]#mk dir fti
root@gundarama [universitas]#cd..
Langganan:
Postingan (Atom)







