Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

3. Langkah-Langkah Dalam Penulisan Karya Ilmiah dan Data yang harus di Cantumkan dalam Penulisan Ilmiah.



Kali ini saya akan menjelaskan tentang Langkah-Langkah Dalam Penulisan Karya Ilmiah  :


Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Menulis laporan karya ilmiah sering kali menjadi masalah banyak orang. Mulai dari anak smp yang mungkin telah pernah membuat karya ilmiah sampai pada calon doctor yang sedang dalam masa disertasi. Berbagai Alasan dikemukakan seperti tak ada waktu, sibuk, biaya kurang dan yang lainnya.

Menyelesaikan laporan karya ilmiah terkait dengan kegiatan menulis. Seperti yang kita ketahui, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masi menjadi masalah di negeri kita. Keterampilan menulis memang tidak bisa muncul dengan serta merta. Dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara talenta manusia dengan wawasan kebahasaan. Talenta melahirkan semangat menulis, dan wawasan kebahasaan menjadi modal untuk terampil menulis. Talenta saja tidak cukup, sebab sebagai sebuah kemampuan dibutuhkan latihan yang rutin dan benar sebagai tujuan untuk pengasahan kemampuan yang sudah dimiliki. Semakin sering berlatih maka kemampuan menulis akan semakin baik. Jika hanya sekadar ingin pandai menulis, memang hanya dibutuhkan waktu beberapa bulan saja. Namun untuk menjadi penulis yang handal dibutuhkan waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun.

Tulisan bersifat efektif apabila didasarkan atas prinsip-prinsip yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya, yaitu kejelasan, ketetapan, dan kenalaran. Seperti halnya sebuah percobaan, tulisan harus didasarkan pada koordinasi yang baik dan rapi. Seperti salah satu kata ahli bahasa Petrson, 1980 bahwa koordinasi yang baik merupakan kunci utama tulisan yang baik.

Menulis laporan karya ilmiah sama halnya dengan karya ilmiah popular lainnya. Oleh karena itu dalam makalah ini saya mengangkat tema penulisan karya ilmiah.


Langkah - langkah dalam penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut :


1. Tahap Persiapan 


Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah;
 
1.    Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan unuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;

a.    Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya. Tips yang dapat dilakukan untuk merumuskan tujuan diantaranya;
1)    Usahakan merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana;
2)    Ajukan pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita buat;
3)    Jika kita dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, berarti rumusan tujuan yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.
 
b.    Menentukan Topik
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.

c.    Menelusuri Topik
Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam memfokuskan topik;
1)    Fokuskan topik agar mudah dikelola;
2)    Ajukan pertanyaan
2.    Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.
3.    Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.

Pengumpulan Informasi untuk Penulisan Karya Ilmiah

A.MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER DATA, INFORMASI, DAN BAHAN UNTUK TULISAN


Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual.
Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.

1.    Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog
Pencarian buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal komputer. Kita dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang kita tulis.
Selain menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog untuk mencari buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi perpustakaan didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang berisi data tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.

2.    Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh
Setelah bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan tersebut apakah sesuai atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa bahan pustaka tersebut adalah;
a.    Atur waktu membaca
b.    Bacalah secara selektif
c.    Bacalah secara bertanggung jawab
d.    Bacalah secara kritis
 
3.    Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
Salah satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.

4.    Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’
Disamping membuat catatan, kita pun dapat membuat ringkasan atau paraphrasing dari sumber  bacaan yang kita dapatkan di dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.

5.    Membuat Kutipan
Kita harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang kita gunakan jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan arti sesungguhnya.


MELAKUKAN WAWANCARA UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI UNTUK TULISAN

Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;
1.    Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
2.    Mempersiapkan pedoman wawancara
3.    Melaksanakan wawancara
4.    Mengolah hasil wawancara

 2. Proses Penulisan
BAGIAN AWAL





A.  Halaman sampul
Berisi judul secara lengkap, kata “karya ilmiah” diajukan sebagai…, lambang, nama penulis, Institusi, tahun, kota.
B.  Lembar Persetujuan
Berisi, Karya Ilmiah oleh…, ini telah disetujui untuk dipresentasikan. Nama lengkap pembimbing 1 dan pembimbing 2, serta tanda tangan keduanya.
C.   Abstrak
Berisi latar belakang, masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh, kesimpulan yang dapat ditarik, serta jika ada saran yang diajukan.
Note: Pembuatan abstrak dilakukan ketika peneliti telah sampai pada kesimpulan dari penelitian. Abstrak berisi garis besar dari penelitian yang dilakukan peneliti.
D.  Kata pengantar
Berisi ucapan syukur, ringkasan penelitian, ucapan terimakasih, harapan kritik dan saran yang membangun.
E.  Daftar isi
Memuat judul bab, judul subbab, judul anak subbab yang disertai nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Semua judul bab dikerik dengan huruf capital.
F.   Daftar tabel
Memuat nomor table, judul table, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal, antara judul tabel yang satu dengan judul tabel yang lain di beri jarak 2 spasi.
G.  Daftar gambar
Cantumkan nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks.



BAB 1 PENDAHULUAN
a.   Latar Belakang Penelitian
Diuraikan tentang garis besar yang akan diselidiki/diamati, mengapa diselidiki, bagaimana menyalidikinya dan untuk apa diselidiki atau diteliti.
b.   Identifikasi Masalah
Menguraikan lebih jelas tentang masalah yang telah ditetapkan pada latar belakang penelitian. Di dalamnya berisi rumusan eksplisit masalah yang terkandung pada suatu fenomena. Perumusannya diurut sesuai dengan urutan intensitas pengaruhnya dalam topic penelitian. Bentuknya biasanya berupa kalimat pertanyaan atau dapat pula berupa kalimat pernyataan yang menggugah perhatian.
c.   Batasan masalah
Penggunaannya agar permasalahan yang akan dibahas tidak melebar, dengan pembatasan masalah jenis atau sifat hubungan antara variabel yang timbul dalam perumusan masalah, dan subek penelitian semakin kecil ruang lingkupnya. Batasan masalah biasanya diuraikan dalam bentuk kalimat pernyataan.
d.   Rumusan masalah
Merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya, pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi masalah. Dalam format kalimat Tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampilkan variabel yang akan diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variable tersebut, dan subjek penelitian.
e.   Tujuan penelitian
Maksud atau hal-hal yang ingin dicapai, serta sasaran yang dituju oleh peneliti. Di tuangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.
f.     Kegunaan Penelitian
Harapan yang berkaitan dengan hasil penelitian, baik praktis maupun teoritis. Sampai seberapa jauh hasil penelitian bermanfaat dalam kegunaan praktis, serta pengembangan sesuatu ilmu sebagai landasan dasar pengembangan selanjutnya. Harus ada keseimbangan antara kegunaan hasil penelitian untuk aspek ilmu dengan aspek praktis.


g.      Kerangka Pemikiran
Uraikan cara mengalirkan jalan pikiran peneliti menurut kerangka teori dan kerangka konsep yang logis, dengan kerangka berpikir deduktif. Biasanya disajikan dalam bentuk diagram alur.
h.   Hipotesis Penelitian.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang akan diidentifikasikan. Bentuk kalimatnya adalah kalimat pernyataan menurut ketentuan “proporsional”, yaitu kalimat yang terdiri dari dua variable. Hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena pada dasarnya penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka.


BAB II KAJIAN PUSTAKA
§  Kajian pustaka memuat dua hal pokok
1. Deskripsi teoritis tentang objek / variable yang diteliti.
2. Kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan pada bab 1.
§  Pemilihan bahan kajian pustaka didasarkan pada dua criteria:
1. Prinsip kemuthakiran (kecuali untuk penelitian historis)
2. Prinsip relevansi.
Setiap keerangan yang diperoleh dari sumber pustaka dan dicantumkan dalam karya tulis wajib diikuti keterangan acuan (rujukan).

BAB III METODE PENELITIAN
§  Rancangan Penelitian
Strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan peneliti.
§  Populasi dan sampel
Populasi dan sampel tepat digunakan pada penelitian kuantitatif. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survey sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan. Hal yang dibahas dalam bagian populasi dan sampel adalah:
1. Identifikasi dan batasan tentang populasi dan sampel.
2. Prosedur dan teknik pengambilan sampel.
3. Besarnya sampel.
§   Instrumen penelitian
Kemukakan instrument yang digunakan untuk mengukur variable, setelah itu dipaparkan prosedur pengembangan instrument pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian.
§  Teknik pengumpulan data
Bagian ini menguraikan:
1. Langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data.
2. Kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data.
3. Jadwal serta waktu pelaksanaan pengumpulan data.
§   Analisis Data
 Uraikan jenis analisis statistic apa yang digunakan



BAB IV HASIL PENELITIAN
a.   Deskripsi data
Uraikan masing-masing variable yang diteliti. Dalam deskripsi data untuk masing-masing vaiabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistic deskriptif, seperti : distribusi frekuensi, grafik atau histogram, nilai rerata, simpang baku, dll.
b.   Pengujian hipotesis

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
Tujuan dari bab pembahasan ini adalah :
1.    Menjawab masalah penelitian atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai.
2.   Menafsirkan temuan penelitian.
3.   Menganalisis hasil penelitian.
4.   Mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan.
5.   Memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru.
6.   Menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan penelitian.

BAB VI PENUTUP
1.   Kesimpulan
Kesimpulan terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Kesimpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan. Kesimpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam BAB IV.
2.   Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran dapat ditunjukkan pada suatu instansi seperti pemerintahan, lembaga, ataupun swasta, ataupun pihak lain yang dianggap layak.
Daftar Pustaka
Ø Baris pertama di mulai pada margin sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnya di mulai dengan 3 ketukan ke kanan.
Ø Jarak antar baris adalah 1,5 spasi.
Ø Daftar pustaka diurut berdasar abjad huruf pertama nama penulis.
Ø  Jika penulis yang sama menulis beberapa karya ilmiah yang dikutip, nama penulis harus dicantumkan ulang.
Teknik:
Ø Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga.
Ø Tahun terbit karya ilmiah yang bersangkutan.
Ø Judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama tiap kata kecuali untuk kata sambung dan kata depan, ditulis dengan format huruf miring.
Ø Data publikasi berisi nama tempat kota dan nama penerbit.
Contoh:
Hadi, Sutrisno. 1984. Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
LAMPIRAN

Format Penulisan Untuk Karya Tulis IPA.
Pada dasarnya karya tulis sains memuat format yang sama seperti karya tulis lainnya seperti karya tulis social. Namun, ada perbedaan pada BAB III atau pada metodologi penelitian. Pada Penelitian Sains BAB III Metodologi diganti dengan “Bahan dan Cara Kerja”, yang di dalamnya memuat unsur:

BAB VII BAHAN DAN CARA KERJA
 
Bab ini merupakan bab karya tulis yang penataannya disesuaikan dengan jenis penelitian yang dilakukan. Penyajian penelitian yang bercorak eksperimental dapat dibagi dalam empat bagian, yaitu:
A.  Lokasi
Dituliskan tempat dan waktu penelitian. Keterangan mengenai tempat diberikan selengkap mungkin. Jika perlu melengkapi koordinat dan petanya.
B.  Bahan
Diuraikan semua bahan yang digunakan dalam penelitian, baik sampel maupun bahan habis pakai, seperti bahan kimia. Penyebutan bahan yang digunakan hendaknya disertai keterangan yang terperinci. Misalnya bahan kimia hendaknya disertai dengan merk dagang. 
Contoh :
1.   Sampel
a. Sperma diperoleh dari penderita (pasien) RSCM berumur 30-35 tahun yang menderita….dst. (di sini perlu diberi keterangan jelas mengenai kondisinya, karena tidak akan dibicarakan lagi dalam bagian cara kerja.
b. Sampel ragi tape dibeli secara acak di pasar X, Y, dan Z dalam keadaan kering dan terbungkus rapi.
2.   Bahan Kimia
Semua bahan kimia dari derajat proanalisis, terkecuali alcohol
Contoh: Asam sitrat 50g
K2HPO4 36g
Na Cl 10g
3.   Peralatan
Dituliskan secara jelas dan cermat peralatan yang digunakan dalam penelitian. Peralatan yang yang berada di dalam laboratorium dituliskan secara lengkap.
Contoh: Alat pengukur kepekatan suspensi Spektronic 20.
Kamera foto Nikon FM.
Mikroskop.
Labu Elyemeyer.
4.   Cara Kerja
Nyatakan segala sesuatu yang dilakukan dalam penelitian.: cara pengambilan sampel, perlakuan sampel di lapangan dan di laboratorium, serta pengawetannya (jika ada). Perincian cara kerja harus cermat dan jelas agar bila diulang peneliti lain dalam kondisi yang sama akan memberikan hasil yang sama pula. Uraian dapat berupa:

a. Cara mengambil sampel.
b. Cara memperlakukan sampel dilapangan dan di laboratorium.
c. Cara memelihara objek penelitian selama penelitian.
d. Cara membuat larutan.
e. Cara menentukan PH, Suhu, kelembaban.
f. Cara melakukan assay suatu zat atau senyawa.
g. Cara menginkubasi suatu kultur, dll.

Jika menggunakan statistic, maka bab ini ditutup dengan penjelasan tentang metode statistika yang dipakai untuk mengolah data yang diperoleh. Teori tidak perlu dijabarkan, cukup dengan menyebutkan acuannya. Contohnya perhitungan dicantumkan dalam lampiran.

3. Evaluasi 
Judul & Abstrak

Judul:
  • Apakah judul yang disampaikan mudah dipahami?
  • Apakah terdapat “kesesuaian” antara judul dan isi karya ilmiah ?
Misal:
Judul : “Penerapan E-Commerce dalam Membantu Usaha    Kecil dan Menengah di Indonesia”

Isi    : Hanya membahas tentang E-Catalog saja
             (cat. E-Commerce tidak hanya E-Catalog, tercakup juga E-Bidding, E-Purchase, dsb)

Sebaiknya judul diganti menjadi: “Penerapan E-Catalog dalam E-Commerce untuk Membantu Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia”

Abstrak
  • Apakah abstrak menggambarkan isi tulisan ?
2Tema sentral & Permasalahan

Tema Sentral:
  • Apakah tema sentral dirumuskan secara jelas ?
  • Adakah keterkaitan antara tema dengan masalah yang dibahas ?
Identifikasi Masalah:
  • Apakah masalahnya di ungkapkan secara eksplisit dan efektif?
  • Sejauh mana masalah yang digarap relevan dengan “state of the art” dari disiplin ilmu komputer?

3 Tujuan & Manfaat

Tujuan Penelitian:
  • Apakah tujuan penelitian dituliskan secara jelas?
  • Apakah ada keterkaitan tujuan penelitian dengan masalah penelitian?
Manfaat Penelitian:
  • Apakah manfaat penelitian dituliskan secara jelas?
  • Apakah manfaat tersebut berupa manfaat praktis atau teoritis?
  • Sejauh mana manfaat tersebut dapat menggambarkan bobot skripsi ?
4Kerangka, Pustaka, dan Metode

Kerangka Pemikiran:
  • Apakah butir-butir di atas disampaikan secara eksplisit dalam bentuk subjudul?
Tinjauan Pustaka:
  • Sejauh mana originalitas dan aktualitas penelitian tersebut?
Metode Penelitian:
  • Apakah metode yang dipilih relevan dengan masalah yang disampaikan?
  • Apa yang menjadi dasar pemilihan metode tersebut?
5Hasil & Pembahasan

Hasil Penelitian dan Pembahasan:
  • Apakah pembahasan dilakukan secara sistematis?
  • Bagaimana data maupun hasil penelitian disajikan dan diinterpretasikan?
  • Apakah ada alur pemikiran yang logis dalam penyampaian pembahasan?
  • Sejauh mana pembahasan ini sesuai dengan masalah penelitian?
  • Adakah penemuan baru yang disampaikan oleh peneliti?
6Penarikan Kesimpulan

Penarikan Kesimpulan:
  • Apakah kesimpulan yang diambil didukung oleh data empiris yang telah diinterpretasikan baik kualitatif maupun kuantitatif?
  • Apakah peneliti menggunakan logika deduktif atau induktif dalam menarik kesimpulannya?
  • Sejauh mana penelitian ini memberikan sumbangan untuk kemajuan ilmu pengetahuan?
  • Apakah peneliti memberikan dorongan untuk melakukan penelitian lanjutan?
7Komentar Umum

Komentar Umum:
Tunjukkan berbagai kesalahan ejaan, kalimat yang tidak efektif, paragraf yang tidak mempunyai tema dalam skripsi yang sedang anda amati. Tuliskan beberapa contoh kesalahan tersebut dan perbaikannya.


Sumber :  

http://irosyadi86.blogspot.com/2012/02/persiapan-penulisan-karya-ilmiah.html




http://www.cs.ui.ac.id/lang/id/.../EvaluasiKualitatifKaryaIlmiah

http://kikiherdiyawan.blogspot.com/2012/12/langkah-langkah-dalam-penulisan-karya.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tugas bahasa indonesia mentahnya ^^

Nama Kelompok:
- DINA FADHILA
- HENDRA PURNAMA
- ST. WAHYUNI WULANDARI        
1             

               1 .Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?
Menurut kami, fungsi komunikasi bahasa dapat dikatakan sebagai fungsi dasar karena Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahasa primer)yang bertujuan untuk merumuskan maksud kita. Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki ciri khas tersendiri. Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya kandang atau tempat. Secara langsung bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.,maka dia mempunyai fungsi:  
Untuk tujuan praktis : Mengadakan hubungan dalam pergaulan  sehari-hari.
Untuk tujuan artistik : Manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
 Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang Sejarah manusia selama kebudayaan dan adat istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis


Dan dapat juga dikatakan sebagai fungsi utama karena  bahasa adalah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.




2. Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan?
Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.
·         Bahasa alami adalah bahasa sehri-hari yang biasa digunakan untuk menyatakan sesuatu, yang tumbuh atas dasar pengaruh akan alam sekelilingnya.
Bahasa alami dibagi menjadi dua yaitu:
·         Bahasa isyarat
Bahasa isyarat dapat belaku :
-          Berlaku umum
Menggelengkan kepala tanda tidak setuju, mengangguk tanda setuju.
-          Berlaku khusus
Untuk kelompok tertentu dengan isyarat tertentu pula.
·         Bahasa biasa
Yaitu bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Symbol sebagai pengandung arti dalam bahasa biasa disebut kata, sedang arti yang dikandungnya disebut makna.
Bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan akal pikiran untuk maksud tertentu.



·         Bahasa buatan dibedakan atas 2 macam :
·         Bahasa istilah
Rumusannya diambilkan dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu, missal : demokrasi ( demos dan kratein ), medan, daya, masa.
·         Bahasa artificial
Adalah murni bahasa buatan atau sering disebut dengan bahasa simbolik ( bahasa berupa symbol-simbol sebagaimana yang digunakan dalam logika maupun matematika )

3.Apa yang disebut dengan metakomunikasi ?
Awalan atau Prefiks bisa memiliki berbagai makna, namun dalam bidang ilmu komunikasi, filsafat dan psikologi makna yang tepat dari awalan atau prefiks ini dimaknai sebagai “tentang”. Demikian juga halnya dengan istilah metakomunikasi.
Diawali dengan kata “Meta” yang berasal dari bahasa Yunani, yang berarti luar atau samping, maka jika digabungkan dengan kata “Komunikasi” akan berarti “ada sesuatu selain atau disamping komunikasi” atau jika lebih disederhanakan penerapannya akan menjadi komunikasi tentang komunikasi; meta-bahasa adalah bahasa tentang bahasa; meta-pesan adalah pesan tentang pesan.
Memahami Definisi Dan Konsep Metakomunikasi
Metakomunikasi harus kita sadari keberadaanya, hal ini penting mengingat pengaruh meta-komunikasi yang kuat akan selalu menyertai setiap pesan.
“Metakomunikasi” :
-    Merupakan uraian yang menggambarkan hubungan antara komunikator dan komunikan saat melakukan komunikasi. Metakomunikasi dapat berupa pesan verbal dan non verbal. Contohnya dengan tetap tersenyum walaupun sedang marah
-    Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.
Konsep metakomunikasi dapat diilustrasikan sebagai berikut, Anda dapat berkomunikasi tentang semua hal yang ada di dunia - tentang meja dan kursi dimana Anda sedang duduk didepan komputer yang sedang Anda gunakan, atau tentang bagian yang sedang Anda baca sekarang, dan bahasa yang Anda gunakan sekarang adalah bahasa pemrograman. Kita sebut saja semua ini sebagai objek komunikasi, karena Anda berbicara mengenai berbagai objek. Tapi perlu diperhatikan juga bahwa Anda tidak terbatas untuk berbicara tentang objek, Anda juga bisa berbicara tentang berbicara Anda, Anda bisa berkomunikasi tentang komunikasi Anda, sehingga semua aktivitas ini dapat disebut sebagai metakomunikasi. Dengan cara yang sama, Anda pun bisa berkomunikasi menggunakan bahasa lainnya (meta-bahasa) untuk berbicara tentang bahasa dengan menggunakan bahasa pemrograman.
Perbedaan antara objek komunikasi dan meta-komunikasi bukan hanya secara keilmuan, hal itu sangatlah terlalu sederhana, oleh karena perlu diketahui bahwa perbedaan diantara kedua bentuk komunikasi tersebut sangat penting dipahami guna menghindari berbagai kerancuan dan konflik dari berbagai interaksi komunikasi interpersonal.
Sebenarnya, Kita menggunakan perbedaan ini setiap hari, namun tidak menyadarinya. Misalnya, ketika Kita mengirim komentar di sebuah forum jejaring sosial kepada seseorang dengan komentar bernada sinis namun kemudian meletakkan smiley di akhir komentar. Dengan mengkomunikasikan smiley, bagi komunikan dapat dimaknai sebagai “pesan yang tidak dipahami secara harfiah, melainkan dapat dipahami bahwa dalam pesan tersebut komunikator sedang mencoba menyampaikan humor.“ Dengan demikian kedudukan smiley adalah sebagai metapesan, merupakan pesan tentang pesan.



              http://3rest.wordpress.com/2013/05/23/tugas-bahasa-indonesia-2-ke-3/


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bahasa indonesia



Sinonim
Kedap                                    R apat
Penjelasannya :           kedap sendiri menurut arti adalah tidak terdengar suara dari luar.biasanya kata – kata ini di pakai dalam studio music dalam persamaaan katanya adalah rapat yang biasa di dengar masyarakat umun beda kata tapi mempunyai makna yang sama.
Klarifikasi                       Penjelasan
Penjelasannya:            klarifikasi adalah memberikan opini bisa di bilang juga sebagai membenarkan sesuatu dalam kasus. Dengan persamaan katanya penjelasan yang mempunyai makna yang sama seperti klarifikasi.
Imun                        kebal
Penjelasannya:            imun biasanya lebih sering terdengar dalam bahasa ke dokteran berguna untuk ke tahan tubuh terhadap segala penyakit yang terdapat dalam diri seorang dalam masyarakat umun biasanya lebih di kenal dengan kebal atau kekebalan tubuh.
Mistik                      Gaib
Penjelasnnya:              Gaib hal yang biasanya tidak bisa di lihat dengan mata biasa. yang biasanya berhubungan dengan kejadian yang tidak sesuai dengan rasional manusia pada umunnya.persaman katanya adalah gaib yang biasanya terdengar di masyrakat umun.
Klan                              Suku
Penjelasannya :                                Klan bahasa yang sering di gunakan di masyrakat moderen dalam makna lain sebagai kelompok juga , sedangkan dalam persamanan katanya dalam didaerah lebih sering di dengar adalah suku yang mempunyai makna yang sama.
Domain                                               Daerah
Penjelasannya :                domain bahasa ilmiah yang sering di pakai dalam geogerafi .sedangkan dalam masyarakat umun lebih sering di dengar daerah .






Antonim
Kasar X  Halus
Penjelasannya :           kasar adalah tingkah laku bisa sifat , yang menurut orang sekitar tidak pantas atau tidak terdengar baik. Dengan lawan katanya adalah halus atau lembut.
Gugur X tumbuh
Penjelasannya :           gugur bisa dibilang juga mati,contohkan bungan itu sudah gugur dari kemarin. Dengan lawan katanya adalah tumbuh bisa juga dibilang berkembang contoh kalimatnya saja adalah bungan itu telah tumbuh dengan baik. Disini kita bisa mengambil lawan kata tersebut.
Aktual X fiktif
Penjelasannya:            aktual yang bisa dibuktikan ke benarnya biasanya kata ini di pakai dalam sebuah berita. Karena berita lebih aktual  dan lawan katanya adalah fiktif biasanya ini dipakai dalam  sebuah novel.
Otomatis X manual
Penjelasannya:            otomatis secara langsung tidak dibutuhkannya step perstep di sudah secara langsung berjalan dengan sendirinya. Lawan katanya adalah manual yang dilakukan dengan step perstep.
Manis X Pahit
Penjelasan :                 manis itu salah satu  dari lima sifat rasa dasar dan hampir secara universal dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan yang beberapa di antaranya telah digunakan sebagai pengganti gula. Senyawa lain dapat mengubah persepsi rasa manis itu sendiri. Lawan katanya adalah pahit yang berada dalam lima sifat rasa dasar hamper secara universal dianggap sebagai pengalaman yang pahit atau tidak menyenangkan yang beberapa di antaranya telah digunakan sebagai penganti pahit.










GEOMETRI DAN LOGIKA MATEMATIK
1.Suatu persegi P mempunyai sisi x. Jika persegi panjang Q mempunyai panjang y dua kali lebar sisi
persegi P, maka ….
A.= y
B. x = 2y
C. > y
D. x > y
E. 2x = y
Jawabnya :      Persegi P sisi x.Persegi panjang Q, y = 2x.Jadi, 2x = y (E).
2 .Bela membeli baju dengan harga terdiskon 15% dari Rp.80.000,-. Setelah itu karena bela sedang berulang tahun, dia mendapat diskon tambahan sebesar 25% dari harga awal setelah dikurangi diskon 15% diatas. Berapakah harga yang harus dibayarkan oleh Bela ke kasir ?
A.    Rp. 48.000,-
B.    Rp. 51.000,-
C.    Rp. 50.000,-
D.    Rp. 55.000,-
E.    Rp. 41.000,-
Jawabnya :      Harga akhir = (80.000 x 0,85) x (0,75) = Rp. 51.000,- (B)
3. Ridho harus mengkredit sebuah laptop dengan lima kali cicilan. Jika uang mukanya sebesar Rp. 1.500.000,- yang merupakan 30% dari harga laptop, berapa rupiahkah yang harus dibayarkan Ridho tiap kali cicilan ?
A.    Rp. 750.000,-
B.    Rp. 800.000,-
C.    Rp. 850.000,-
D.    Rp. 710.000,-
E.    Rp. 700.000,-
Jawabnya : .    Harga laptop = 100/30 x 1.500.000 = 5.000.000,-.
Cicilannya = (5.000.000-1.500.000)/5  = 700.000   (E)
4. Misal    = kakak dan   = adik, maka:
(   − 4) + (  − 4) = 27 ⇔    +   − 8 = 27 ⇔   = 35 −
2(   + 11) = 2(  + 11) + 6
2   + 22 = 2(35 −    + 11) + 6
2   + 22 = 70 − 2   + 22 + 6
4   = 76
= 19
Jawabnya :      D. 19 tahun


5. (3/4) A = 7 + (3/2) A.   Berapakah nilai A ?
A.    -12/7
B.    21/4
C.    -21/4
D.    28/3
E.    -28/3
Jawabnya :      E.(3/4) A = 7 + (3/2) A-7 = (3/2) A – (3/4) A  A = -28/3 



1. Guru adalah pegawai negeri. Sebagian guru adalah penulis. Manakah pernyatan berikut    yang tidak cocok dengan pernyataan di atas?
A. Sebagian penulis adalah pegawai negeri
B. Sebagian pegawai negeri adalah guru.
C. Sebagian penulis adalah guru.
D. Semua penulis adalah pegawai negeri.
E. Sebagian pegawai negeri adalah penulis.

Jawabnya :  D. Semua penulis adalah pegawai negeri, ini adalah pertanyatan yang tidak sesuai dengan soal di atas yang tidak masuk dalam verbalnya tersebut.

2. Setiap lulusan SMA belum tentu mahasiswa. Budi adalah tamatan SMA dan melamar bekerja di PT. Maju Jaya. Tenaga yang dibutuhkan di PT. Maju Jaya bukan lulusan SMA. Jadi :
A. Budi tidak dibutuhkan di PT. Maju Jaya
B. Budi dibutuhkan di PT. Maju Jaya
C. Budi bukan mahasiswa
D. Budi tidak diterima di PT. Maju Jaya
E. Tidak ada kesimpulan yang benar

Jawabnya : E.tidak ada kesimpulan yang benar karena opisi A,B,C,D, tidak masuk dalam variabel dalam soal di atas jadi kita bisa mengambil jawab E. Tidak ada kesimpulan.
3.  Semua siswa  mengikuti ulangan. Sebagian siswa mendapat nilai bagus dalam ulangan. Jadi pernyataan yang benar adalah …
A. Semua siswa mengikuti ulangan dan mendapat nilai bagus.
B. Sebagian siswa tidak mengikuti ulangan dan tidak mendapat nilai bagus.
C. Sebagian siswa tidak mengikuti ulangan tapi mendapat nilai bagus.
D. Semua siswa mengikuti ulangan.
E. Semua siswa   mengikuti ulangan dan  mendapat nilai tidak bagus.
Jawabnya :      B. Sebagian siswa tidak mengikuti ulangan dan tidak mendapat nilai bagus. Dari soal di atas bisa di ambil ke simpulan jawabnya yang B kalau yang A salah karena hanya sebagian siswa yg dapat nilai yang bagus sedangkan.
4. Perhatikan contoh soal penalaran berikut. Suradi adalah seorang buruh pabrik. Banyak buruh pabrik yang malas kerja. Agus adalah teman Suradi. Maka:
A.    Suradi itu malas
B.    Agus itu malas
C.    Agus mungkin teman sekerja Suradi
D.   Teman-teman Agus semuanya rajin

Jawabnya :      Tentang Agus hanya kita ketahui bahwa Agus adalah teman Suradi. Dan Suradi adalah buruh pabrik. Terlepas dari persoalan ‘banyak buruh pabrik yang malas’, mungkin buruh pabrik lainnya atau malah buruh pabrik di tempat Suradi bekerja. Tetapi yang jelas Agus mungkin teman sekerja Suradi. Jadi kesimpulan (C) yang tepat
5. Sebagian pemain sepak bola  mengeluhkan masa depannya setelah pensiun dari bermain bola.
a.    Bambang adalah pemain sepak bola. Dia pasti mengeluh soal masa depannya
b.    Ranti bukanlah pemain sepakbola, jadi dia tak pernah mengeluhkan masa depannya
c.    Kalau ada yang mengeluh soal masa depan, pastilah dia itu pemain sepak bola
d.    Meskipun Budi adalah seorang pemain sepak bola, belum tentu dia mengeluh soal masa depannya.
e.    Masa depan seorang pemain sepakbola memang tak pernah bagus
Jawabnya :      Meskipun Budi adalah seorang pemain sepak bola, belum tentu dia mengeluh soal masa depannya (D)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS