Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Senja Sesaat



Sayanku .....
Tak lama lagi bunda akan pergi
bukan hanya sejenak
tapi untuk kepergian yang abdi
suatu saat kita tak bersuara lagi

aku adalah yang pertama mengajarimu mengeeja angka dan aksara
aku ingin menyampaikan satu pesan
ini tentang hidup
dalam hidup ini, tak ada orang yang bener - bener tertawa
atau tak ada orang yang bener - bener sedih
hidup ini tak pernah benar - benar benderang seperti,siang
bahkan hidup itu tak pernah benar - benar gulita, sepert malam

Anakku .....
hidup itu ternyata cuma senja
senja tak punya warna yang jelas
senja datangnya cuma sesaat
tugasnya hanya berada disaat transisi , anatra siang dan malam
sama saja dengan hidup
hidup adalah masa antara saat kamu dilahirkan sampai mati

hidup itu memang seumpama senja
cobaan hidupmu adalah semisal gerhana
tapi apapun itu , rayanklah semisal gerhana
tapi apaun itu, rayankalah apa telah kamu raih
tak peduli itu ria atau duka
maafkan karena aku tak bisa mengajari mengeja nasib
yang ini ternyata bukan tugasku

Anakku....
Aku sudah mengalami senjaku
tak lama lagi aku akan mendatang ajalku
kini tiba saatnya giliranmu
nikmatilah senjamu...


dikutip : " salam cinta dari neraka "

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HOBI saya


Hobi saya adalah membaca buku novel , saya lebih menyukai novel yang bernuasa cinta, tapi saya juga suka membaca novel berpetualang , sihir , dan teka – teki tapi novel yang paling yang saya suka adalah novel dari stephenie meyer unsur sangat pas antar legenda suku serta hantu yang tak pernah kelihatan wujudnya. Di tambah dengan kisah cinta yang sangat manis elegan dan permainan alurannya sangat pintar memainkan pembaca. Selain itu juga saya suka bermain uno bersama teman – teman kampus ketika waktu luang :D. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Biografi Bapak Koperasi Indonesia

Bapak Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya.
Sejak duduk di MULO di kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916, timbul perkumpulan-perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa. dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.
Sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond, ia menyadari pentingnya arti keuangan bagi hidupnya perkumpulan. Tetapi sumber keuangan baik dari iuran anggota maupun dari sumbangan luar hanya mungkin lancar kalau para anggotanya mempunyai rasa tanggung jawab dan disiplin. Rasa tanggung jawab dan disiplin selanjutnya menjadi ciri khas sifat-sifat Mohammad Hatta.

Studi di Negeri Belanda
Pada tahun 1921 Hatta tiba di Negeri Belanda untuk belajar pada Handels Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging. Tahun 1922, perkumpulan ini berganti nama menjadi Indonesische Vereniging. Perkumpulan yang menolak bekerja sama dengan Belanda itu kemudian berganti nama lagi menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

Kembali ke Tanah Air
Pada bulan Juli 1932, Hatta berhasil menyelesaikan studinya di Negeri Belanda dan sebulan kemudian ia tiba di Jakarta. Antara akhir tahun 1932 dan 1933, kesibukan utama Hatta adalah menulis berbagai artikel politik dan ekonomi untuk Daulat Ra’jat dan melakukan berbagai kegiatan politik, terutama pendidikan kader-kader politik pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Prinsip non-kooperasi selalu ditekankan kepada kader-kadernya.
Reaksi Hatta yang keras terhadap sikap Soekarno sehubungan dengan penahannya oleh Pemerintah Kolonial Belanda, yang berakhir dengan pembuangan Soekarno ke Ende, Flores, terlihat pada tulisan-tulisannya di Daulat Ra’jat, yang berjudul "Soekarno Ditahan" (10 Agustus 1933), "Tragedi Soekarno" (30 Nopember 1933), dan "Sikap Pemimpin" (10 Desember 1933).
ada bulan Pebruari 1934, setelah Soekarno dibuang ke Ende, Pemerintah Kolonial Belanda mengalihkan perhatiannya kepada Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Para pimpinan Partai Pendidikan Nasional Indonesia ditahan dan kemudian dibuang ke Boven Digoel. Seluruhnya berjumlah tujuh orang. Dari kantor Jakarta adalah Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Bondan. Dari kantor Bandung: Maskun Sumadiredja, Burhanuddin, Soeka, dan Murwoto. Sebelum ke Digoel, mereka dipenjara selama hampir setahun di penjara Glodok dan Cipinang, Jakarta. Di penjara Glodok, Hatta menulis buku berjudul “Krisis Ekonomi dan Kapitalisme”.

Bapak Koperasi
Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. Tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia.
Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971).
Pada tahun 1955, Bung Hatta mengumumkan bahwa apabila parlemen dan konsituante pilihan rakyat sudah terbentuk, ia akan mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden. Niatnya untuk mengundurkan diri itu diberitahukannya melalui sepucuk surat kepada ketua Perlemen, Mr. Sartono. Tembusan surat dikirimkan kepada Presiden Soekarno. Setelah Konstituante dibuka secara resmi oleh Presiden, Wakil Presiden Hatta mengemukakan kepada Ketua Parlemen bahwa pada tanggal l Desember 1956 ia akan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. Presiden Soekarno berusaha mencegahnya, tetapi Bung Hatta tetap pada pendiriannya.
Pada tangal 27 Nopember 1956, ia memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam ilmu hukum dari Universitas Gajah Mada di Yoyakarta. Pada kesempatan itu, Bung Hatta mengucapkan pidato pengukuhan yang berjudul “Lampau dan Datang”.
Sesudah Bung Hatta meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, beberapa gelar akademis juga diperolehnya dari berbagai perguruan tinggi. Universitas Padjadjaran di Bandung mengukuhkan Bung Hatta sebagai guru besar dalam ilmu politik perekonomian. Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Ekonomi. Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ilmu hukum. Pidato pengukuhan Bung Hatta berjudul “Menuju Negara Hukum”.
Pada tahun 1960 Bung Hatta menulis "Demokrasi Kita" dalam majalah Pandji Masyarakat. Sebuah tulisan yang terkenal karena menonjolkan pandangan dan pikiran Bung Hatta mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia waktu itu.
Dalam masa pemerintahan Orde Baru, Bung Hatta lebih merupakan negarawan sesepuh bagi bangsanya daripada seorang politikus.
Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal l8 Nopember 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Mereka mempunyai tiga orang putri, yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Nuriah. Dua orang putrinya yang tertua telah menikah. Yang pertama dengan Dr. Sri-Edi Swasono dan yang kedua dengan Drs. Mohammad Chalil Baridjambek. Hatta sempat menyaksikan kelahiran dua cucunya, yaitu Sri Juwita Hanum Swasono dan Mohamad Athar Baridjambek.
Pada tanggal 15 Agustus 1972, Presiden Soeharto menyampaikan kepada Bung Hatta anugerah negara berupa Tanda Kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" pada suatu upacara kenegaraan di Istana Negara. Bung Hatta, Proklamator Kemerdekaan dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Dr Tjipto Mangunkusumo, Jakarta, pada usia 77 tahun dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir pada tanggal 15 Maret 1980.

Sumber :
* Tian Son Lang, dari Buku Makam Bung Hatta 1982 dan berbagai sumber.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi Hitam

terasa terikat di rantai tak terlihat
bagaikan sayap hitam yang besar menghapus putih awan
bagaikan malaikat maut yang berbentuk angel

ketika tangisan darah telah jatuh hilang bersama
orang...orang
ketika bumi menjadi merah taj ada lagi
marah yang datang hanya sebuah
tawa perih yang terdengar

ketika tulisan tak hilang
urat nadi terasa terputus
bagaikan malaikat
hanya sebua note death
yang akan tersimpan ....
untuk hidup awal yang suram

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kata

jiwa yang tak tertulis
air mata yang tak berkata
kata....
Tak ada artinya karena letih untuk di buat
hilang bagaikan angin
kata...
Tak ada lagi tenaga untuk membuat menjadi sebuah bacaan
bagaikan tulisan hitam yang terlihat bagaikan brokenwhite entah dari mana datangnya
itu hanya sebuah kata...
panjang tak berati apa-apa
pendek tak menjelas akan semuanya..
Kata ...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TERIMAKASI

TERIMAKASIH : thanks for kepada IBU dan AYAH .. thanks for Muhammad Kaisar Hudaef adig laki" w yg SUPER BANDEL serta ASTRI AINUN ANNISA yg berbeda dengan w .. bagaikan LANGIT dan BUMI .. thanks for Chae Tiefha Aldjoeffry sahabat w dari SMP sampai sekarang bagai surat yang ga mau lepas dari perangkonya .. (^_^) .. thanks for Rebecca 'piip' Maulana, Gabrielle Oli Paskalia, Risna Fazaria Rentua,sahabat w di "LIPI SQUARE" yang mau ngertiin w .. thanks for Redita Adenisty n Astry Puji Rahayu teman baik w di kelas mau pun di kantin  .. thanks for LolliLolliPop's teman w di saat duka n happy .... *untuk selamanya* .. thanks for Ochokoezendhankx yang mau nerima und apa adanya ..  thanks for ketu kelas yang selalu ingetin w pake kaos kaki Nugroho Chalifanto thanks for B1.net Warnet bagaikan rumah ketiga w ..hhe .. thanks for Sos Satu Kosong ... thanks for Mbahe Bocah Bocah yang selau berpikiran unik ... thanks for Aini Al-Iman .. thanks for Unt Ade Tri W yang selalu bantu w ,kalo w ga ngerjaen PE ER .. thanks for Rhirhi Riana teman sebangku w ... thanks for Eko Cahyono Bajingan Tengik,@Eka Purnama Putra,@Dicky Cool, Wisnu Cesc Bremen,@Muhammad Iqbal Aviandi yang suka NGECENGIN GUE .. dan yg ga bisa w sebutin 1 per 1 .. ahhahaha .. thanks for She V-thrEe, Shelly Sii Ngocol 'Kartawijaya', Hanni BEe Dwijayanti,@Intan Maesela empat sekawan .....  thanks for Nurachman Setiawan yang selalu minjem KIPAS GEDE w .. ehehehe .. thanks for buat saudara w Iriansyah Tjoteng, Aulia Indah Sari,@Uma Hanny,@Intan, Ika Mustika Natsir,@Rizky nasir, Nini 'tri Cahyani',@Muhammad Fachry @ghina rani,.......... thanks for Leeyha Pinky, Pat Patriez,mbak cici, yang suka pulang bareng n teman UunD di BP.........  yg terakhir THANKS FOR "BAJAK LAUT" ..

TERIMAKASIH untuk kalian semua .. Tanpa kalian semua HIDUP uund ga ada artinya .. Maafind semua kesalahan uund yg uund pernah buat .. karena uund hanya lah manusia biasa yg tak lepas dari kesalahan .. :)    

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

W gak tau apa artinya ....

w gak tau apa artinya....
hidup ini ....
hidup....
bagai kalian seperti apa ??
entah gimana rasanya ....
menjalankan hidup ini ....
tak ada kata yang bisa mengambarkannya ....
ini bukan puisi
juga bukan kata ....
entah untuk apa.....
hanya kalian sendiri yang dapat mengertinya....
karena w
w gak tau apa artinya
ini semua ......
apa itu hidup ......

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS